Aku
benci perpisahan
Aku
benci menatap matamu yang berkaca
Bukankah
sudah kuberi isyarat
Bukankah
ada begitu banyak perjuangan
Kita
hanyalah tentang sia-sia
Kita
hanyalah tentang sebuah kisah
Seketika
sunyi menari dalam senyapnya
Seketika
lonceng berbunyi tanpa gema
Mata
air sungai terus mengalir
Begitupun
aliran air mata di pipiku
Dalam
mata sembabku ada bayanganmu
Namun
aku tak melihat bayanganku dalam tatapan sendumu
Jika
kau bisa pergi
Mengapa
aku tidak
Jika
kau bisa pergi
Mengapa
aku tidak
Seribu
kali
Dengan
pertanyaan yang sama
Mereka
seperti menikamku berkali-kali
Selamat
tinggal masa

Tidak ada komentar:
Posting Komentar